Latar belakang masalah obesitas pola makan remaja

BMI merupakan suatu pengukuran yang menghubungkan membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Kurang Mengonsumsi Buah dan Sayur Anak-anak sekolah atau remaja umumnya susah apa bila disuruh mengonsumsi buah dan sayur. Pontianak bertumpu pada industri, pertanian, dan perdagangan.

Disain penelitian yang digunakan cross sectional. Collison et al. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Persamaan dengan penelitian ini adalah variabel terikat yang diteliti, yaitu obesitas dan variabel tak terikat soft drink. Perbedaan dengan penelitian ini adalah disain penelitian kasus kontrol dan variabel luar yang diteliti aktivitas fisik dan besar uang saku.

Etiologi Obesitas dapat di sebabkan oleh beberapa faktor antara lainketurunan,pola makan, obat-obatan,psikososial ekonomi, aktivitas, pola pikir dan konsentrasi intake makanan. Penyakit kandung empadu Orang dengan BBL dapat menghasilkan banyak kolesterol yang berisiko batu kandung empedu.

Bahkan di negara asalnya yaitu amerika ataupun Italia, makanan fast food dan Junk food ini di anggap sebagai makanan Sampah. Satuan Metrik menurut sistem satuan internasional: Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan retensi garam dan air yang meningkatkan volum darah.

Bentuk tubuh, penampilan dan raut muka penderita obesitas: Kanker Banyak jenis kanker yang berkaitan dengan BBL misalnya pada perempuan kanker payudara, uterus, serviks, ovarium dan kandung empedu; pada lelaki kanker kolon, rektum dan prostat. Mahdiah et al. Obesitas merupakan penyebab utama DM t2.

Fast food memberikan konstribusi kenaikan asupan energi sebesar 3. Laju jantung meningkat dan kapasitas pembuluh darah mengangkut darah berkurang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan asupan energi dari asupan fast food untuk masing-masing kelompok umur yang mengonsumsi fast food dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi fast food.

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PADA SAAT

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian, yaitu: Sedangkan parameter oksidatif menggunakan peroksidasi lemak dan total antioksidan dalam plasma menggunakan label ROS pada jaringan. Persamaan penelitian terdapat pada variabel bebas yaitu konsumsi soft drink, variabel terikat menggunakan parameter kadar gula darah dan desain penelitian cross sectional.

Dada dan payudara membesar, bentuk payudara mirip dengan payudara yang telah tumbuh pada anak pria keadaan demikian menimbulkan perasaan yang kurang menyenangkan. Institusi pihak sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk pengembangan keilmuan khususnya tentang gizi dan kesehatan di sekolah dalam usaha pengajaran bagi peserta didik.

Penyakit jantung koroner dan Stroke Penyakit-penyakit ini merupakan penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis. Kelebihan Natrium, menyebabkan kadar natrium dalam darah meningkat. Apakah asupan energi fast food merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja SMA di Kota Pontianak?

Perbedaan dengan penelitian ini adalah variabel tak terikat 5 obesitas dan variabel luar yang diteliti besar uang saku.

Tidak Mengonsumsi Menu Gizi Seimbang Kebiasaan remaja dan anak yang susah makan, ini biasanya hanya gemar pada makanan seperti mie, padahal jelas mie goreng itu hanya mengandung karbohidrat dan lemak saja.

Data yang digunakan adalah hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, dan pengumpulan data minuman berkalori tinggi.Pola makan remaja akan menentukan jumlah zat-zat gizi yang diperoleh untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain itu remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi dibanding usia lainnya, sehingga diperlukan zat giziyang lebih banyak (Mitayani, ). Kesalahan dalam memilih makanan dan kurang cukupnya pengetahuan tentang gizi akan mengakibatkan timbulnya masalah. Latar belakang masalah Pada awalnya obesitas di pandang sebagai tren atau gaya hidup sebagai tanda kesuksesan seseorang, dengan memiliki badan yang gemuk menandakan seseorang hidup berkecukupn.

Namun sekarang obesitas telah menjadi masalah yang serius karena memicu timbulnya berbagai komplikasi penyakit yang menyertainya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kadar gula darah pada remaja obesitas.

C. Tujuan Penelitian 1.

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG OBESITAS PADA SAAT INI

Tujuan Umum Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kadar gula darah pada remaja obesitas di Kota. Obesitas pada remaja berisiko menjadi obesitas pada saat usia dewasa dan berpotensi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler dan metabolik.

Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat yang letaknya cukup strategis baik dalam lingkup regional maupun internasional yang akan dikembangkan sebagai kota internasional dengan konsep Water Front City (WFC).

Beberapa masalah yang berkaitan dengan gizi yang ditemukan pada remaja antara lain adala Indeks Massa Tubuh (IMT) kurang dari batas normal atau sebaliknya, memiliki IMT yang berlebih (obesitas), dan anemia serta yang berhubungan dengan gangguan perilaku berupa anoreksia nervosa dan bulminia.

BAB I. PENDAHULUAN. Latar belakang. Obesitas saat ini merupakan permasalahan yang mendunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan obesitas .

Latar belakang masalah obesitas pola makan remaja
Rated 5/5 based on 30 review